“Melalui UPPB yang terbentuk di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Muba terlihat jelas dan nyata peningkatan harga jual bokar dan hasil yang diterima oleh petani pekebun. Perbedaan harga antara penjualan melalui UPPB maupun melalui tengkulak atau pedagang perantara terlihat range yang jauh berbeda dengan selisih jual Rp. 3.000, sd Rp. 5.000,PerKg. Dengan kualitas yang terjamin,”bebernya.
Toyibir juga mengungkapkan, sarasehan digelar dengan para anggota UPPB se-kabupaten Muba bertujuan untuk menjalin silahturahmi. Serta melalui kegiatan ini dapat menjadi forum untuk menerima masukan agar UPPB di Muba dapat semakin berkembang.
“Dirinya berharap diskusi ini bisa menghasilkan informasi yang tepat dan lengkap, untuk referensi dalam rangka penguatan ekonomi. Dengan hadirnya tiga narasumber diantaranya, dari Gapkindo Dr Ir Nur Ahmadi MS, PT Kirana Megatara Agung Nugroho, BRI Sekayu Anangga Harpitando, Puslit Karet Sembawa Martini Aji SP MSc. Semoga dapat menambah wawasan untuk kita,”tandasnya.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penyerahan bantuan pembeku lateks Pemerintah Tahun 2022, kepada kelompok tani yang tergabung dalam UPPB Muba secara simbolis kepada 5 UPPB perwakilan.(AS)













