Plt Bupati Muba Gelar Sarasehan Bersama Ratusan Anggota UPPB

oleh
IMG-20220321-WA0035

“Dampak implementasi yang dirasakan yakni peningkatan pendapatan petani dengan penjualan harga bokar melalui sistem lelang UPPB dengan kisaran  Rp.11.000 – Rp.12.000/Kg. Harga akan makin tinggi  setelah diversifikasi menjadi lateks pekat yang sudah dicentrifuge yakni RP. 19.000 – RP.21.000/Kg,”ulasnya.

Menurut Beni, UPPB juga dapat mendorong kewirausahaan petani. mengubah kebiasaan petani karet untuk memproduksi karet bersih, dan merubah petani dari On-Farm menjadi Off-Farm sehingga mampu  mengolah dan menjual sendiri produksinya.

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muba akan terus membantu UPPB diantaranya mendorong hilirisasi karet. pengembangan sektor hilir komoditas perkebunan di Muba diperkuat dengan pengembangan infrastruktur pembangunan jalan berbasis aspal karet lateks. Pembangunan pabrik centrifuge lateks di 3 Kecamatan yaitu Keluang, Sekayu dan Babat Toman,”ungkapnya.

Dikatakan juga oleh Beni, Pemkab Muba sangat memperhatikan para petani karet. Di tahun 2021 telah dibangun 37 gedung UPPB dan 17 pelataran lelang serta bantuan Sintas (Pembeku Lateks) untuk 76 UPPB dengan luas kebun karet 21.250 Ha. Di tahun 2022 bantuan bangunan UPPB sebanyak 16 gedung dan 6 pelataran lelang dan 80 kelompok tani yang tergabung dalam 45 UPPB dengan luas kebun karet 4.032,5 Ha serta bantuan alat pasca panen karet.

“Pemerintah Kabupaten Muba sangat yakin dengan bantuan tersebut, produktivitas sub sektor perkebunan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan para petani pekebun dapat dirasakan. Semoga kedepannya petani pekebun khususnya petani karet akan lebih sejahtera,”harapnya.

Sementara, Plt Kepala Disbun Muba Ahmad Toyibir SSTP MM menyampaikan, karet sebagai salah satu komoditi unggulan Kabupaten Muba, dalam pengembangannya ke depan memerlukan bukan hanya perluasan lahan dan peningkatan kualitas produksi.

Namun, tandas Ibir, perlu  strategi pola pengembangan pemasarannya untuk mendapatkan kepastian pasar yang memberikan keuntungan yang adil bagi semua lembaga yang terlibat dalam rantai pemasaran. Salah satu strateginya melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang saat ini telah berdiri 121 UPPB di Kabupaten Muba terbanyak di Indonesia.

Proses pemasarannya yang dilakukan melalui kelompok UPPB dengan sistem lelang yang tersebar di 15 kecamatan  di Muba.