MUBA, KRSUMSEL.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas, Kecamatan dan Desa terus dilakukan. Hal ini bertujuan guna mengetahui status gizi anak sesuai umur di Kabupaten Muba serta mengukur prevalensi stunting secara berkala yang dilaporkan secara berjenjang mulai dari desa ke Dinas Kesehatan selaku koordinator program.
Dalam rapat koordinasi aksi ketujuh yakni Pengukuran dan Publikasi Data Stunting bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang digelar Dinas Kesehatan, Plt Bupati Muba Beni Hernedi diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi saat pimpin Rakor, meminta semua pihak terkait untuk berkomitmen dalam menangani stunting.
“Dilaksanakan rapat hari ini agar dalam menangani stunting kita berkomitmen bersama, sehingga apa yang menjadi akar permasalahannya dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas,” ujar Sekda Muba saat membuka Rapat Aksi Tujug Pengukuran Stunting dan Publikasi Stunting Kabupaten Muba Tahun 2021, Kamis (9/12/2021).
Dikatakan Apriyadi, di Kabupaten Muba angka stunting pada tahun 2018 yaitu 10,12 persen. pada tahun 2019 menjadi 8.88 persen dan pada tahun 2020 menjadi 5,49 persen . Hal ini menunjukkan adanya penurunan angka stunting di Kabupaten Muba, namun tetap menjadi permasalahan gizi yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Alhamdullilah di tahun 2021 angka stunting menjadi 2,22 persen, artinya masih ada anak-anak yang stunting, tentunya menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk menurunkan bahakan menghilangkan stunting ini, maka perlu Komitmrn yang kuat terutama pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan, terutama alokasi anggaran desa, bagaimana caranya anggaran desa terus dialokasikan untuk kesehatan masyarakat, terutama menurunkan angka stunting di setiap desa dalam wilayah Kabupaten Muba,”pungkasnya.
Laporan Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, menjelaskan bahwa pengukuran dan publikasi angka stunting adalah upaya Kabupaten/Kota untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan, dan kelurahan/desa.













