Pemkab Natuna Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

oleh

Krsumsel.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Kepulauan Riau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi, seiring prakiraan musim hujan pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Zulheppy dikonfirmasi dari Natuna, Jumat (6/11) mengatakan, imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/261/BPBD-PK/XI/2026 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027 di Wilayah Kabupaten Natuna, yang dikeluarkan pada 3 November.

Surat edaran itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027 serta prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Dalam edaran itu, seluruh unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta masyarakat diminta menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana,”ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Sejumlah langkah kesiapsiagaan yang diminta meliputi penyiagaan aparatur, penguatan koordinasi lintas sektor, pelaksanaan apel kesiapsiagaan, serta memastikan ketersediaan personel, peralatan, dan logistik untuk menghadapi potensi bencana.

Selain itu, pemerintah daerah dan masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari BMKG. Pemetaan wilayah rawan bencana dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan.

“Pemkab Natuna juga mendorong penguatan koordinasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, sekaligus memastikan kesiapan posko penanganan darurat bencana,”katanya.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan juga diminta mengoptimalkan peran Kesiapsiagaan Kecamatan Tangguh Bencana (Kecana) serta Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).(net)