Rencana Demo Penambang Timah di Bangka Belitung Dibatalkan

oleh

Pangkalpinang,  KRsumsel.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Aliansi Penambang Timah Rakyat menyatakan kesepakatan untuk membatalkan aksi demontrasi yang akan dilakukan para penambang pada Kamis (6/11).

“Alhamdulillah, semuanya sudah sepakat dan tidak ada demonstrasi pada Kamis (6/11),”kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani dalam keterangan pers di Pangkalpinang, Selasa (4/11).

Ia mengatakan, aksi demontrasi lanjutan yang akan digelar oleh aliansi penambang timah rakyat ini, karena dipicu adanya perbedaan harga pasir timah dari kesepakatan awal antara Pemprov Kepulauan Babel dengan PT Timah Tbk dan penambang sebesar Rp300.000 per kilogram untuk pasir timah SN 70 persen, sementara harga yang diterima masyarakat penambang di lapangan sebesar Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Baca juga: Satu Orang Tewas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

“Kita kemarin red-Senin (3/11) telah melakukan pertemuan dan sepakat aksi demonstrasi dibatalkan,”ujarnya.

Ia menyatakan, kesepakatan aksi demontrasi dan penerapan harga pasir timah harga yang ditetapkan yaitu Rp300.000 per kilogram untuk timah SN 70 persen ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh pihak aliansi masyarakat penambang, Gubernur, forkopimda, dan PT Timah Tbk.

“Kami tidak melarang aksi demonstrasi. Di sini kita duduk bersama agar ada solusinya. Semoga ke depan permasalahan pertimahan ini bisa diselesaikan secara bersama-sama,”katanya.

Koordinator Aliansi Penambang Batara mengapresiasi atas keterbukaan forum yang diinisiasi oleh gubernur hingga menghasilkan kesepakatan bersama.

“Rencana aksi demonstrasi sejatinya merupakan langkah terakhir apabila tidak ditemukan solusi. Kami mengucapkan terima kasih kepada gubernur, semoga forum ini membawa hikmah, mengembalikan kebahagiaan yang sempat hilang dari kawan-kawan penambang,”katanya.(net)