Meulaboh, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan tes urine belasan petugas satuan pengamanan (satpam) dan sopir ambulans yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh.
“Ada sekitar 19 petugas yang kita cek urinenya secara mendadak,”kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Jumat (10/10).
Tarmizi mengatakan, seluruh petugas satuan pengamanan dan sopir ambulans yang menjalani tes urine tersebut, seluruhnya negatif dari pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang.
Baca juga: 1.000 Penari Tuping 12 Wajah Siap Meriahkan HUT ke-69 Lamsel
Ia meminta para Satpam dan sopir ambulans agar tetap menjaga kesehatan, dan menjauhi segala bentuk penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya.
Tarmizi juga meminta mereka agar dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, baik saat berada di lingkungan rumah sakit maupun saat mengantar pasien ke tujuan.
Sebelum pelaksanaan tes urine, Tarmizi terlebih dahulu berdialog dengan para sopir dan petugas keamanan. Dalam pertemuan itu, sejumlah personel mengeluhkan masih kurangnya tenaga keamanan yang bertugas di rumah sakit.
“Masukan dari para petugas ini penting untuk kita dengar langsung di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa pelayanan di RSUD berjalan optimal, aman, dan nyaman bagi masyarakat,”ujarnya.
Tarmizi mengatakan, sektor kesehatan merupakan bagian dari pelayanan dasar masyarakat yang akan terus menjadi prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan nya bersama Wakil Bupati Said Fadheil.
“Kita ingin memastikan masyarakat Aceh Barat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan manusiawi. RSUD harus menjadi wajah dari pelayanan publik yang kita banggakan,”tegasnya.
Langkah sidak dan tes urine mendadak ini diapresiasi sejumlah pihak sebagai bentuk nyata komitmen Bupati dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang berkualitas di Kabupaten Aceh Barat.(net)















