Krsumsel.com, Batam – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui Pos Pelayanan Pelabuhan di Kota Batam pastikan komoditas pangan yang masuk dalam keadaan aman dikonsumsi masyarakat dengan pengecekan terhadap pemasukan beras sebanyak 25 ton asal Jakarta.
“Karantina berkomitmen penuh dalam menjamin kelayakan komoditas pangan yang masuk ke Batam. Beras dan komoditas pangan lainnya wajib periksa Karantina sebelum dikonsumsi masyarakat,”ungkap Kepala Karantina Kepri Hasim dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu (16/9).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). OPTK merupakan organisme yang dapat merusak dan mengganggu tumbuhan dan berpotensi menyebar melalui lalu lintas komoditas seperti jamur, bakteri dan virus.
Baca juga: Pemprov Bengkulu Usulkan Perbaikan Dermaga Pulau Terluar Sebelum Hibah
Hasim menjelaskan, kebutuhan pangan Batam dipenuhi dari daerah lain termasuk untuk beras yang kemudian berasal dari Jakarta. Sebagai kota industri, Batam memiliki keterbatasan wilayah dalam memproduksi pangan sehari-hari sehingga harus didatangkan dari beberapa daerah. Termasuk komoditas sayur, cabai dan hewan ternak.
Karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, pengawasan terhadap komoditas yang masuk menjadi bagian penting untuk memastikan setiap media pembawa telah memenuhi ketentuan karantina sebelum diedarkan dan dikonsumsi masyarakat.
Terdapat 9 Satuan Pelayanan dan 31 Pos tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap media pembawa yang akan dilalulintaskan.
Beberapa satuan pelayanan Karantina Kepri di Kota Batam misalnya seperti di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batu Ampar, serta Pelabuhan Telaga Punggur.
Karantina Kepri juga memiliki satuan pelayanan di kabupaten/kota lainnya seperti di Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun di Karimun, Pelabuhan Laut Sei Kolak Kijang dan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan.(net)














