Makassar, KRsumsel.com.com – Pemerintah Kota Makassar Sulawesi Selatan memastikan menanggung biaya pengobatan untuk korban kekerasan jalanan (begal) yang dilakukan secara brutal terhadap warga Jalan Abubakar Lambogo Kota Makassar beberapa hari lalu.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar dr A Any Muliany di Makassar, Selasa (12/5) menegaskan, korban begal berinisial H (13) yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit tersebut tidak dikenakan biaya apa pun.
“Untuk korban kekerasan itu tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan tetapi kami di RSUD Daya Makassar itu tidak akan membebani orang tua korban dan semua ini gratis dari pemerintah,”ujarnya.
Dokter Any Muliany menyatakan, seluruh layanan medis diberikan secara gratis sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjamin keselamatan warganya, khususnya korban kekerasan jalanan.
Baca juga: 15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam memastikan korban kekerasan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya, melalui dukungan penuh anggaran jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).
“Melalui skema Jamkesda, Pemkot memastikan seluruh pembiayaan medis korban dalam kondisi darurat sosial dapat ditanggung negara, mengingat kasus-kasus seperti ini tidak tercover dalam skema BPJS Kesehatan,”katanya.
Any Muliany menambahkan, seluruh penanganan medis diberikan secara gratis sepanjang kasusnya masih dapat ditangani di RSUD Daya Makassar.
“Untuk korban begal, kekerasan, maupun tawuran, memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun bapak wali kota masih mengalokasikan anggaran khusus untuk kasus-kasus seperti ini melalui skema Jamkesda,”terang dr. Any.
Dia mengungkapkan, pasien (H) dirujuk dan tiba di RSUD Daya pada pukul 19.15 WITA setelah sebelumnya mendapatkan penanganan awal di RS Pelamonia.
Proses rujukan dilakukan pada sore hari sebelum akhirnya pasien diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Daya. Saat ini, kondisi pasien masih dalam tahap penanganan awal sehingga belum dapat langsung menjalani tindakan operasi.
Tim medis memutuskan untuk melakukan stabilisasi terlebih dahulu melalui transfusi darah.
“Pasien sudah berada di IGD dan rencananya akan dipindahkan ke ruang perawatan. Untuk sementara belum bisa langsung operasi, karena harus menjalani transfusi darah terlebih dahulu,”ucapnya.(net)


















