Banda Aceh, KRsumsel.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan tim untuk menangani gajah sumatra (elephas maximus sumatranus) liar yang dilaporkan masuk ke perkebunan warga di kawasan KM41 Jalan Lintas Bireuen-Takengon di Kabupaten Bener Meriah.
Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Sabtu (2/5) mengatakan, tim sudah di lokasi melakukan penanganan sementara serta bersama masyarakat menggiring satwa liar dilindungi tersebut masuk ke kawasan hutan.
“Kami sudah menurunkan tim menangani satu individu gajah liar yang masuk ke kebun dan mendekati rumah penduduk di Kabupaten Bener Meriah,”kata Ujang Wisnu Barata.
Sebelum, satu individu gajah jantan dilaporkan memasuki kebun dan mendekati rumah penduduk di KM 41 Jalan Lintas Takengon-Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, pada Jumat (1/5).
Baca juga: 200 Liter Sopi Disita Polisi Saat Razia di Kawasan Passo Ambon
Selain pengusiran atau penggiringan kata Ujang Wisnu Barata, tim bersama masyarakat juga melakukan penjagaan bersama guna mencegah satwa liar dilindungi tersebut kembali lagi.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati dan jangan sendirian ke kebun. Kami juga meminta masyarakat melaporkan ke Call Center BKSDA Aceh atau petugas terdekat jika menjumpai keberadaan gajah agar dapat ditangani secara tepat,”kata Ujang Wisnu Barata.
Gajah sumatra merupakan satwa liar dilindungi. Merujuk pada daftar dari The IUCN Red List of Threatened Species, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra ini berstatus spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.
Oleh karenanya, masyarakat diimbau menjaga kelestarian alam, khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh.
Selain itu, juga tidak menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati, serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian.
Semua perbuatan negatif terhadap satwa liar dilindungi tersebut yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(net)

















