Pemkot Bengkulu Tertibkan PKL dan Jukir Liar Jelang Festival Tab

oleh

Bengkulu, KRsumsel.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu saat ini terus melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan juru parkir (Jukir) yang menempati badan jalan sepanjang kawasan Pantai Panjang jelang perayaan Festival Tabut 2026.

Penataan dan penertiban tersebut dilakukan guna menjamin kenyamanan para pengunjung, mengurangi kemacetan lalu lintas, serta memastikan kesakralan acara adat Festival Tabut berjalan khidmat.

“Setiap hari petugas akan memberikan teguran dan penertiban terhadap pedagang maupun pihak lain yang melanggar aturan serta berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum selama Festival Tabut berlangsung,”kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang di Bengkulu, Senin (15/6).

Sahat menyebut, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan imbauan humanis terlebih dahulu, seperti para pedagang diminta memindahkan barang dagangan mereka ke zona relokasi yang sah.

Baca juga: Jadi Korban Pengeroyokan, Ika Lapor Polisi 

Sedangkan untuk para juru parkir diberi peringatan keras agar tidak membuka kantong parkir liar yang berisiko menyumbat akses keluar-masuk kendaraan warga maupun armada darurat seperti ambulans.

Kegiatan penataan berkala tersebut akan terus diintensifkan, mulai dari fase persiapan praacara hingga penutupan resmi Festival Tabut pada 26 Juni 2026.

Untuk itu Satpol-PP Kota Bengkulu mendirikan pos pengawasan harian yang akan terus disiagakan secara aktif hingga festival budaya tersebut selesai dan memastikan tidak ada pedagang kaki lima maupun juru parkir yang berada di badan jalan.

Kemudian, posko terpadu Satpol-PP Kota Bengkulu yang berada di Pantai Panjang akan diisi oleh petugas piket yang bersiaga secara bergantian secara bergulir (shifting) dan para petugas diinstruksikan memperketat penjagaan di area-area krusial, seperti gerbang masuk festival, kantong parkir resmi, dan lingkar panggung utama.

Selain itu Sahat meminta agar para pedagang dan juru parkir untuk ikut serta menjaga maruah dan estetika Festival Tabut sebagai ajang budaya terbesar di Bumi Rafflesia, tanpa perlu diwarnai drama kemacetan parah.

“Kami mengajak seluruh pedagang dan juru parkir untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kesadaran bersama sangat diperlukan agar akses lalu lintas tetap lancar, keamanan terjaga, dan pengunjung dapat menikmati Festival Tabut 2026 dengan nyaman,”ucapnya.(net)