BPBD Bangka Tengah Petakan Titik Rawan Karhutla Saat Kemarau

oleh

Koba, Krsumsel.com Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memetakan beberapa titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau.

Kepala BPBD Bangka Tengah Yudi Sabara di Koba mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran yang meningkat seiring kondisi cuaca kering.

“Setidaknya saat musim kemarau kami mencatat empat titik yang rawan terbakar. Warga kami minta lebih waspada terhadap potensi kebakaran,”kata Yudi, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, keempat lokasi tersebut meliputi kawasan Desa Penyak, area bekas perkantoran PT Koba Tin, Dusun Nadi, serta kawasan Tayib di Kecamatan Pangkalanbaru.

Wilayah itu dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi karena didominasi vegetasi kering seperti ilalang dan semak belukar yang mudah terbakar saat suhu udara meningkat.

Baca juga: Disdikbud Kaltim Genjot Anak-anak Pedalaman jadi Guru di Kampung

Menurut dia, kebakaran sebelumnya juga sempat terjadi di kawasan Penyak hingga Desa Terentang karena area tersebut merupakan lahan kosong tanpa tanaman produktif milik petani yang berada di tepi jalan raya sehingga rentan tersulut api.

“Kawasan Terentang berada di pinggir jalan raya dan hanya ditumbuhi ilalang serta semak belukar, sehingga sangat mudah terbakar ketika kondisi panas,”ujarnya.

Ia mengatakan, musim kemarau ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD setempat telah mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk imbauan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Yudi menegaskan, sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, bahkan diduga ada unsur kesengajaan oleh oknum tertentu.

Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi api yang dapat menjalar ke area lain, termasuk perkebunan sawit dan karet.

“Kami terus mengingatkan warga agar tidak membakar lahan dan selalu waspada terhadap potensi api yang bisa meluas dan menyebabkan kerugian lebih besar,”ujarnya.(net)