BI Sumsel Pertajam Strategi Digitalisasi Daerah Lewat Evaluasi TP2DD

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Guna mempercepat digitalisasi keuangan di Bumi Sriwijaya, Bank Indonesia Sumatera Selatan menggelar Coaching Clinic evaluasi kinerja TP2DD se-Sumsel di Palembang (7–8/4). Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan strategi antar pemangku kepentingan agar transaksi daerah semakin modern.

Bersamaan dengan itu, Gubernur Herman Deru meresmikan SIGUNTANG, sebuah sistem terintegrasi untuk penagihan pajak kendaraan bermotor yang diharapkan mampu mempermudah layanan publik sekaligus meningkatkan pendapatan daerah secara digital.

“Kehadiran SIGUNTANG menjadi langkah transformasi penting dalam optimalisasi pendapatan daerah, khususnya melalui peningkatan efektivitas penagihan pajak kendaraan bermotor secara terintegrasi, akurat, dan berbasis digital. Implementasi sistem ini diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam penelusuran objek pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mendorong perluasan penggunaan kanal pembayaran non-tunai di masyarakat.” jelas Deru. Senin (13/04/26)

Baca juga: BC Batam Sita 337 Unit Handphone di Pelabuhan yang Hendak Diselundupkan 

Kegiatan capacity building menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Puji Gunawan, yang memberikan penguatan terkait arah kebijakan strategis nasional serta implementasi ETPD di daerah.

Hal ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan langkah pemerintah daerah dengan agenda transformasi digital nasional.

Aries Permadi selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyatakan “Digitalisasi transaksi pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga menjadi katalis dalam memperkuat akuntabilitas serta optimalisasi pendapatan daerah secara berkelanjutan.” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan coaching clinic difokuskan pada pendampingan kepada seluruh pemerintah daerah dalam pengisian evaluasi kinerja TP2DD. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaporan yang lebih akurat, komprehensif, dan mencerminkan capaian implementasi ETPD di masing-masing daerah.

Menurutnya, Indonesia memandang Championship TP2DD sebagai instrumen strategis dalam mendorong peningkatan kinerja melalui mekanisme evaluasi, benchmarking, dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta industri perbankan guna mempercepat digitalisasi keuangan daerah.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, diharapkan terwujud tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu mendorong peningkatan pendapatan asli daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan” pungkasnya. (edi)