Harga Sawit Mulai Merangkak Naik, Bupati Muratara Berharap Tembus Rp3.000 per Kilogramp

oleh

MURATARA, krsumsel.com – Kabar menggembirakan datang bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Setelah sempat mengalami penurunan drastis, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit kini mulai menunjukkan tren kenaikan di sejumlah pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Muratara, Sabtu (30/05/2026).

Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan pengolahan sawit telah melakukan penyesuaian harga dengan menaikkan harga pembelian TBS dari masyarakat.

Melalui akun media sosial pribadinya, Bupati menyampaikan bahwa sedikitnya tiga perusahaan besar telah menaikkan harga sawit dalam beberapa hari terakhir.

“Dilaporkan kepada saya hari ini, beberapa pabrik sudah menaikkan harga sawit masyarakat,” tulisnya.

Adapun rincian kenaikan harga tersebut di antaranya:

Baca juga: Polda Sumut Selidiki Jaringan 30 Kg Sabu di Asahan

– MMS naik Rp200 per kilogram.
– BMT naik Rp280 per kilogram dengan harga mencapai Rp2.980 per kilogram.
– BSS naik Rp200 per kilogram sehingga harga menjadi Rp2.960 per kilogram.

Meski demikian, Bupati menyebut harga sawit di tingkat petani masih bervariasi. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, harga TBS yang diterima masyarakat saat ini masih berada di kisaran Rp2.350 hingga Rp2.400 per kilogram.

“Kita berharap dalam dua hari ke depan harga sawit di tingkat masyarakat bisa terus meningkat hingga menyentuh angka Rp3.000 per kilogram,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Muratara, lanjut Bupati, terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga sawit, termasuk memonitor harga jual sawit dari Muratara ke Provinsi Jambi yang menjadi salah satu tujuan pemasaran hasil panen petani.

Selain itu, tim pemerintah daerah juga melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas angkutan sawit dengan meminta informasi dari para sopir truk yang membawa sawit ke Jambi maupun yang kembali dari pabrik-pabrik di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga TBS agar petani tidak dirugikan oleh praktik permainan harga oleh oknum tertentu.

Dengan mulai naiknya harga sawit di sejumlah pabrik, kondisi ini diharapkan menjadi angin segar bagi ribuan petani sawit di Muratara yang selama beberapa waktu terakhir mengeluhkan anjloknya harga komoditas andalan tersebut.

(Fitra)