Cirebon, KRsumsel.com – Kepolisian Resor Cirebon Kota Jawa Barat menyelidiki kasus dugaan penyebaran foto syur hasil editan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyeret sejumlah pelajar di daerah itu sebagai korban maupun terduga pelaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota Ajun Komisaris Polisi Fajri Ameri Putra mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mendapat informasi awal terkait kasus penyebaran foto syur tersebut pada Jumat (22/8) malam.
“Begitu informasi dari rekan media disampaikan ke kami, langsung kami respons cepat dengan melakukan penyelidikan,”kata Fajri di Cirebon, Selasa (26/8).
Ia menjelaskan, sampai saat ini ada beberapa korban maupun terduga pelaku yang sudah mendatangi Polres Cirebon Kota, namun hingga Minggu (24/8) malam baru satu laporan resmi yang dibuat korban.
Kendati begitu, pemeriksaan terhadap korban dalam laporan itu belum dilakukan karena pendamping hukum meminta penjadwalan ulang pada hari berikutnya.
“Kami tetap membuka ruang kapan pun bagi masyarakat atau korban yang ingin membuat laporan,”ujarnya.
Menurut ia, jumlah korban maupun terduga pelaku belum bisa dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung dan polisi juga masih menunggu laporan tambahan dari pihak lain.
Baca juga: Bupati Muba Apresiasi Gerak Cepat Satgas Karhutbunlah
Beberapa korban telah menunjukkan barang bukti berupa foto hasil editan AI, sementara korban lain baru menyampaikan informasi dari orang lain tanpa bukti visual.
Fajri menegaskan, materi yang beredar berbentuk foto, bukan video. Foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan memadukan wajah pelajar ke tubuh orang lain yang mengarah ke konten pornografi.
“Dari keterangan awal, wajah korban diambil, lalu ditempelkan ke tubuh orang berbeda,”katanya.
Ia mengakui ada kendala teknis dialami sejumlah korban yang ingin melapor, misalnya berbenturan dengan jam sekolah maupun kegiatan les. Namun, pihaknya tetap memberikan kelonggaran agar mereka bisa menyampaikan aduan.
Meski baru satu laporan resmi yang masuk, penyelidikan kasus ini sudah berjalan dan pihaknya telah menerbitkan surat tugas untuk mempercepat penanganan.
“Setiap perkembangan selalu kami tindak lanjuti. Tadi malam pun ada korban yang datang dan sudah dilakukan pemeriksaan,”tuturnya.
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dari korban serta memetakan rangkaian perbuatan yang dilakukan terduga pelaku, apakah sebatas memproduksi atau turut menyebarkan konten hasil rekayasa.
Fajri mengimbau masyarakat khususnya pelajar perempuan agar segera melapor, jika merasa menjadi korban foto syur yang diedit dengan teknologi AI agar kasus tersebut bisa diusut secara tuntas.
“Untuk korban-korban ataupun yang lain yang merasa korban, ya silakan konfirmasi lagi ke kami, bahwasanya kalau memang terjadi editing terhadap foto,”tambahnya.(net)















