Pemkab Gowa Tunggu Hasil Investigasi Kebakaran RSUD, Layanan Tetap Ada

oleh

Makassar, Krsumsel.com Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan pelayanan RSUD Syekh Yusuf masih ada sambil menunggu hasil investigasi pihak kepolisian setelah kebakaran yang menghanguskan ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) dan Radiologi RSUD Syekh Yusuf di Jalan Dr Wahidin Sudirohusido Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

“Kita belum tahu, masih simpang siur (penyebab kebakaran) untuk sementara ini dikatakan arus pendek, tapi itu belum final. Nanti kita lihat hasil dari investigasinya dari aparat kepolisian,”kata Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Senin (1/6).

Langkah yang dilakukan sejauh ini usai insiden kebakaran itu, manajemen telah mengupayakan pemulihan layanan, mengingat saat kejadian pada Jumat (29/5) kemarin sebagian pasien masih panik. Namun pelayanan rumah sakit tetap berjalan.

“Mungkin karena masyarakat belum tahu, masih merasa ada trauma, mereka masih ragu datang. Tapi kita lihat masih ada pasien di UGD dilayani seperti biasa. Jelasnya, rumah sakit tidak akan pernah tutup, tetap melayani masyarakat,”tuturnya menegaskan.

Pihak manajemen rumah sakit setempat kata dia, telah diinstruksikan untuk menghitung kerugian dampak dari kebakaran tersebut, mengingat ruangan radiologi penting untuk dipulihkan segera.

Sementara, Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dr Gaffar menyatakan, terkait dengan kebocoran radiasi berisiko tinggi saat terjadi kebakaran di ruangan radiologi, hal tersebut tidak benar.

Baca juga:Ritual Seblang Banyuwangi jadi Daya Tarik Wisatawan pada Libur Panjang

“Untuk radiasi sendiri tidak ada, karena ini bukan radio terapi, tapi radio diagnostik jadi kita tidak gunakan. Jadi risiko itu hamper pasti tidak ada. Tim Inafis dan Gegana sudah mematikan potensi dan ambang batas tidak ditemukan (radiasi Kimia),”ujarnya.

Upaya dilakukan saat ini adalah menginventarisasi kerugian untuk dilaporkan ke pimpinan, apakah nanti diusulkan rehabilitasi atau pemulihan lanjutan pada bangunan terdampak.

Mengenai dengan standar operasi prosedur (SOP) saat terjadi kebakaran, kata Gaffar, telah dijalankan dengan menggunakan Alat Pemadam Kebakaran (Apar) untuk memadamkan api sebelum meluas ke ruangan lain.

“Itu sudah dipakai untuk menghalau, dan buktinya ada ruangan yang bisa kita selamatkan. Radiologi hampir separuh, tidak terbakar semua kita lihat situasi. Ruang gizi juga kita selamatkan dengan mekanisme SOP yang dipunyai terkait dengan pemadam kebakaran,”katanya lagi.

Sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di RSUD Syekh Yusuf sekitar pukul 12.30 WITA usai salat Jumat. Atas kejadian itu, pengunjung dan pasien panik. Bahkan pasien dievakuasi keluar rumah sakit beserta ranjangnya. Api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian oleh Damkar.

Kapolsek Somba Opu Kompol Hambali menyatakan, setelah menerima informasi, personel langsung turun ke lokasi kejadian. Beruntung Damkar segera memadamkan api sehingga tidak merambah ke ruangan lain. Usai kejadian, garis polisi dipasang lalu dilaksanakan olah TKP.

“Jadi, olah TKP (tempat kejadian perkara) ini untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Tetapi, dari informasi dan dugaan awal, pemicu kebakaran diduga korsleting listrik, namun hasil resminya belum keluar,”paparnya.(net)