Ritual Seblang Banyuwangi jadi Daya Tarik Wisatawan pada Libur Panjang

oleh

Banyuwangi, KRsumsel.com – Ritual Seblang yang digelar oleh masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menjadi salah satu daya tarik wisatawan selama libur panjang Idul Adha 2026.

Ritual Seblang Bakungan merupakan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan paruh baya dalam kondisi kehilangan kesadaran, dan pada tahun ini, Ritual Seblang dibawakan oleh Isni yang telah berusia 54 tahun.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi, dan ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,”kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (1/6).

Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas keguyuban warga dalam melestarikan tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak 1639 silam. Pemerintah daerah setempat katanya, berkomitmen terus mendukung pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu identitas budaya daerah.

Baca juga: Puncak Arus Balik Libur, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta

“Tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis Suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah,”kata Ipuk. Ritual Seblang ini rutin digelar rutin di bulan Dzulhijah atau bulan haji, tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Adha.

Warga Osing Bakungan mengawali ritual Seblang dengan prosesi kenduri masal di sepanjang jalan Kelurahan Bakungan. Sebelumnya, warga terlebih dahulu shalat Magrib dan sholat hajat di masjid setempat sembari memohon untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Kemudian, warga menggelar parade obor yang dibawa berkeliling desa, dan ini dikenal dengan ider bumi, di sepanjang jalan itu tumpeng dengan menu khas pecel pithik dinikmati bersama beralaskan tikar.

Puncak ritual ditandai saat penari Seblang memasuki kondisi kehilangan kesadaran, dan Isni, sang penari terus menari sambil mata terpejam diiringi musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Saat menari, Isni diyakini telah dirasuki roh leluhur.

Tarian magis dan ritual yang mengiringinya menjadi tontonan yang memikat ribuan wisatawan yang hadir, termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai.(net)