Terkait informasi tersebut, jawaban pihak Disdik OI, melalui Kabid SD, Saihusin, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya bersama tim telah turun ke sekolah dimaksud, untuk mengetahui kejelasan apa yang sebenarnya terjadi terkait hilangnya saldo KIP milik 9 murid tersebut.
Dalam penjelasannya, Saihusin tidak menampik bahwa pihak sekolah atau ada pihak lain yang melakukannya. Ia hanya mengatakan, berdasarkan keterangan kepsek, bahwa pihak sekolah tidak menerima buku tabungan ataupun kartu ATM KIP milik murid. mereka tersebut. Melainkan, pihak murid atau walinyalah yang menerima langsung dari pihak bank.
Disini lain, kata Saihusin, saat ini ke 9 murid penerima KIP tersebut sudah tidak bersekolah di SD 5 Tanjung Batu melainkan telah duduk di bangku SMP di kelas 7 dan 8.
Berkaitan hal tersebut, namun tidak dijelaskannya, entah mengapa ke 9 murid statusnya masih anak didik SD padahal mereka sudah duduk di bangku SMP, yang semestinya ketika mereka lulus SD, data dapodik mereka dipindahka ke SMP, lupa mungkin? Ujarnya.(rul)














