Indralaya, KRsumsel.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Ogan Ilir berlangsung dengan nuansa berbeda.
Tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, momentum ini juga diwarnai dengan aksi doa bersama dan potong tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur, Jumat (01/05).
Kegiatan yang digelar di kawasan Tanjung Senai, Indralaya tersebut diikuti oleh perwakilan buruh yang tergabung dalam KASBI Kabupaten Ogan Ilir, jajaran Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, serta unsur Forkopimda, termasuk Polres Ogan Ilir.
Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan tetap dalam kondisi aman serta kondusif, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesejahteraan para pekerja, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Ogan Ilir.
Para peserta tampak khidmat mengikuti jalannya doa sebagai bentuk harapan akan masa depan ketenagakerjaan yang lebih baik.
Baca juga: Hari Buruh Sedunia 2026, Kapolres Muratara: Polri Siap Kawal Kamtibmas
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan secara simbolis oleh perwakilan pemerintah daerah bersama unsur kepolisian dan perwakilan buruh.
Potong tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus wujud kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan aparat dalam menjaga sinergi.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga suasana tetap kondusif selama peringatan May Day.
Kapolres menegaskan bahwa kegiatan yang dikemas secara humanis ini menjadi contoh positif dalam membangun komunikasi yang baik.
“Momentum May Day ini kita jadikan sebagai sarana mempererat silaturahmi. Kami mengapresiasi seluruh elemen yang telah menjaga situasi tetap aman, damai, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui perwakilannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan komunikasi yang harmonis antara pekerja dan pemangku kepentingan.
Perwakilan buruh yang hadir turut menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa pendekatan dialogis yang dibalut dengan kegiatan kebersamaan seperti doa bersama dan potong tumpeng mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk dalam menyampaikan aspirasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib hingga selesai. Momentum May Day di Kabupaten Ogan Ilir tahun ini pun menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Buruh tidak selalu identik dengan aksi unjuk rasa, namun juga dapat diisi dengan kegiatan positif yang memperkuat persatuan dan kebersamaan.(rul)















