Krsumsel.com, Palembang – Masalah klasik perkotaan terkait tumpukan sampah kini berhasil diubah menjadi sumber energi yang bernilai tinggi. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa, meninjau langsung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang.
Proyek strategis senilai hampir Rp 3 (tiga) triliun ini saat ini telah memasuki tahap uji coba operasional (commissioning). Menariknya, meski masih dalam tahap uji coba, listrik yang dihasilkan sudah tersambung ke jaringan PLN dengan performa yang melampaui target awal.
Dari target awal sebesar 17,7 Megawatt (MW), fasilitas ini sukses menghasilkan 18,6 MW dan diproyeksikan mampu menembus hingga 20 MW saat beban puncak.
“Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insyaallah Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan,” ungkap Zulkifli Hasan.
Baca juga: Perluas Pelayanan Dasar, Pemkab OKI Siapkan 18 Posyandu 6 SPM
3 Keuntungan Utama untuk Warga Palembang:
Kehadiran PSEL ini membawa solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui tiga pilar utama:
– Lingkungan Bersih & Aman
Sebanyak 1.100 ton sampah per hari yang diangkut oleh Pemkot kini tidak lagi menumpuk dan memicu risiko kebakaran, polusi gas metan, maupun mikroplastik, melainkan diolah secara produktif menjadi energi.
– Energi untuk Ribuan Rumah
Listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini mampu menyuplai kebutuhan listrik bagi 14.000 hingga 15.000 rumah tangga di Kota Palembang.
– Membuka Lapangan Kerja
Proyek berskala besar ini turut menggerakkan roda perekonomian lokal dengan menyerap 500 hingga 1.000 tenaga kerja.
“Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui teknologi,” puji Zulkifli.
– Menuju Peresmian Nasional 8 Desember 2026
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa progres pembangunan PSEL saat ini telah mencapai 98,5 persen dan dijadwalkan untuk diresmikan secara langsung oleh Presiden RI pada 8 Desember 2026.
“Untuk memastikan operasional berjalan optimal, Pemkot Palembang berkomitmen menjaga suplai sampah harian stabil di angka 1.100 ton. Guna mendukung kelancaran pengangkutan, Pemprov Sumsel telah memberikan bantuan, sementara Pemkot juga mengusulkan tambahan 50 armada lagi kepada pemerintah pusat.” pungkasnya.
Dengan beroperasinya PSEL ini, Palembang resmi menjadi salah satu kota pelopor di Indonesia yang sukses mentransformasikan tantangan sampah perkotaan menjadi solusi energi mandiri yang berkelanjutan bagi warganya. (edi)














