Ilmu Politik Turun ke Masyarakat, Kandidat Doktor Ilmu Politik Ade Indra Raih “APSIPOL Award” 2026

oleh

Untuk memahami makna peringatan satu dekade ini, perlu ditarik mundur ke titik awal. APSIPOL didirikan di Malang pada 2 November 2016. Perayaan satu dekade di Surabaya tahun ini memang berdekatan persis dengan tanggal kelahiran organisasinya, karena munasyawarah para dekan dan ketua program studi ilmu politik di berbagai perguruan tinggi pada 2016 itulah yang memantik pembentukan sebuah wadah khusus program studi.

Sebuah dekade kemudian, organisasi itu telah tumbuh menjadi payung bagi 77 program studi ilmu politik anggota di seluruh Indonesia Pertumbuhan itu menunjukkan satu hal: kebutuhan akan koordinasi antar-program studi ilmu politik di Indonesia begitu besar. APSIPOL menjadi tempat bertukar kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga strategi menghadapi dinamika politik kontemporer.

APSIPOL dan AIPI

Di tengah perayaan ini, pertanyaan muncul di publik adalah, apakah APSIPOL sama dengan AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia)? Jawabannya, tidak sama, meskipun keduanya adalah wadah perhimpunan ilmuwan politik Indonesia. Perbedaannya terletak pada basis keanggotaan dan fokus geraknya.

AIPI adalah asosiasi profesi. Organisasi ini didirikan di Jakarta pada 17 Januari 1985 oleh almarhum Dr. Alfian, almarhum Prof. Miriam Budiardjo, dan sejumlah ilmuwan lainnya. Kelahirannya terinspirasi keberadaan American Political Science Association (APSA) di Amerika Serikat – wadah para ilmuwan politik yang juga menerbitkan jurnal ilmiah tentang perkembangan teori politik mutakhir. AIPI beranggotakan akademisi dan praktisi ilmu politik secara individu, dan selama ini bergantung pada dukungan sumber daya manusia dari Pusat Penelitian Politik LIPI (sekarang BRIN) serta beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Nasional, dan CSIS. AIPI dikenal melalui penyelenggaraan seminar nasional berkala yang mengulas isu-isu politik dan pemantapan kehidupan demokrasi Indonesia.

APSIPOL, di sisi lain, adalah asosiasi program studi. Keanggotaannya bukan perorangan, melainkan institusi pendidikan tinggi yang memiliki program studi ilmu politik. Fokusnya bukan terutama pada profesi dan jurnal ilmiah – seperti halnya AIPI – tetapi pada peningkatan kualitas pendidikan politik di Indonesia: pengembangan kurikulum, penguatan pengajaran, dan pemberdayaan dosen serta mahasiswa. Jika AIPI adalah “rumah” bagi ilmuwan politiknya, APSIPOL adalah “rumah” bagi lembaga tempat ilmuwan-ilmuwan itu belajar dan mengajar.

Ada pula perbedaan penting lain. Saat temu nasional APSIPOL tahun ini di Airlangga, misalnya, yang dirayakan bukan sekadar capaian akademik individu, melainkan ekosistem pendidikan politik secara keseluruhan. Penghargaan-penghargaan yang diberikan – mulai dari exce

llence in political education hingga community engagement – mencerminkan misi itu. ●