Krsumsel.com, Pandeglang – Sejumlah nelayan pesisir Pandeglang Banten meliputi Pantai Pantai Labuan, Carita, Panimbang dan Sumur tetap melaut tak terpengaruh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
”Kita beberapa hari terakhir masih menangkap ikan di laut, karena kondisi cuaca relatif normal,”kata Muhaimin seorang nelayan TPI Labuan Pandeglang, Minggu (1/11).
Selama ini, tangkapan nelayan di pesisir Pandeglang relatif baik dan melimpah menyusul cuaca di perairan itu relatif normal. Ketinggian gelombang diperkirakan 1,5 meter, sehingga nelayan merasa aman untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Nelayan tradisional mulai melaut pukul 4.00 WIB dan kembali ke tempat pelelangan ikan (TPI) pukul 10.00 WIB. Bahkan, sejak beberapa bulan terakhir tangkapan ikan naik dua kali lipat, sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.
Baca juga: Kampung Bahari Jakarta Utara Digerebek Polisi dan BNN
”Kami sekarang bisa pulang membawa uang bersih sekitar Rp1,3 juta dari sebelumnya Rp400 ribu juga terkadang nihil,”katanya.
Firdaus, nelayan TPI Carita mengatakan dirinya bersama puluhan nelayan lainnya melaut, meski aktivitas GAK yang berada di Perairan Selat Sunda dengan Perairan Lampung berstatus siaga Level III.
Namun, nelayan di sini mematuhi rekomendasi radius 5 kilometer dari erupsi GAK. ”Meski erupsi gunung, nelayan Perairan Banten bagian barat tetap melaut,”ujarnya. Menurut dia, populasi ikan pelagis di pesisir Pandeglang merupakan habitatnya dan menjadi andalan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.
Jenis ikan pelagis besar itu antara lain ikan tuna, cakalang, layur, tengiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol. Sedangkan ikan pelagis kecil, di antaranya ikan layang, lemuru, kembung, tembang, selar, dan japuh.
Harga ikan pelagis besar dan kecil tergantung kualitas dengan harga bervariasi berkisar Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram ”Kami merasa terbantu ekonomi keluarga dengan adanya peningkatan tangkapan ikan,”ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar mengatakan, pihaknya minta nelayan yang melakukan aktivitas melaut agar tidak mendekati kawasan erupsi GAK.
Berdasarkan laporan status GAK siaga Level III dengan radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
”Kami minta nelayan melaut waspada dan hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,”katanya.(net)















