Danrem 044/Gapo Sebut 29 Gajah Margasatwa Banyuasin Bebas Kabut Asap

oleh

Krsumsel.com, Palembang – Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebutkan sebanyak 29 ekor gajah sumatera di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dalam keadaan baik dan terhindar dari ancaman dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Situasi dan kondisi di kawasan konservasi tersebut saat ini relatif aman dan terkendali. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh gajah dipastikan bebas dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),”kata Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud di Palembang, Minggu (1/11).

Ia menyebutkan, langkah-langkah mitigasi dan perawatan medis secara intensif pun terus dilakukan guna menjaga habitat serta kondisi fisik satwa yang dilindungi tersebut.

Baca juga: Polisi Sebut Situasi Tolikara Kondusif Pasca Perdamaian

“Kami terus menyisir dan memantau wilayah rawan karhutla, khususnya kawasan konservasi gajah di Padang Sugihan. Sebanyak 29 ekor gajah yang ada di sana terpantau sehat, bebas dari penyakit ISPA, dan tidak terdampak kabut asap,”ujar Danrem.

Untuk memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, pihak pengelola kawasan menyiapkan tim dokter hewan khusus yang bertugas memantau dan merawat gajah-gajah tersebut secara berkala.

Selain penanganan medis, skema penambahan nutrisi juga diberikan melalui asupan buah-buahan segar seperti semangka, pisang, dan pepaya. Tak hanya penanganan kesehatan dan nutrisi, upaya pemulihan lingkungan habitat juga intensif dilakukan.

Tim di lapangan memfokuskan kegiatan penghijauan kembali kawasan pakan dengan menanam dan merawat rumput-rumput di area lahan konservasi guna menjamin ketersediaan pakan alami gajah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api terus bersiaga penuh di lapangan. Selain patroli darat, pemantauan udara juga dilakukan untuk mendeteksi dini kemunculan titik panas (hotspot).

Upaya pemadaman cepat (quick response) langsung dilakukan jika ditemukan titik api sekecil apa pun di sekitar wilayah penyangga (buffer zone) guna mencegah asap masuk dan mengganggu ekosistem suaka margasatwa.(net)