Krsumsel.com, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengkaji rencana impor awal sekitar 100 ribu ekor sapi pada 2027 untuk mendukung target swasembada susu.
Saleh menjelaskan, rencana tersebut masih dalam tahap penyusunan konsep, sehingga jumlah dan waktu pelaksanaannya belum menjadi keputusan final pemerintah.
“Kita nanti tahun 2027, Insya Allah ya, ini masih konsep dari Kementerian Pertanian, tapi ini juga perintah dari Bapak Presiden, kita mungkin akan impor sapi dulu, ya. Sapi (sebanyak) 100.000 ekor,”kata Saleh seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, Sabtu (31/10).
Ia menyampaikan, angka 100 ribu ekor sebagai rencana tahap awal, sedangkan kebutuhan penambahan ternak dalam jangka panjang diperkirakan lebih besar untuk memperkuat kapasitas produksi susu nasional.
Baca juga: Tak Beri Ruang Narkoba, Polres OKI Bongkar Enam Pondok di Serigeni
Terkait waktu pencapaian angka satu juta ekor tersebut, Saleh menyebut kemungkinan pada 2029. Namun, ia belum merinci apakah angka itu mengacu pada akumulasi impor atau sasaran populasi sapi secara keseluruhan.
Menurut Saleh, Australia, Brasil, dan Meksiko menjadi negara yang dipertimbangkan sebagai calon sumber pengadaan untuk mendukung pengembangan peternakan dalam negeri.
Kendati demikian, ia belum menyampaikan kesepakatan pengadaan dengan negara-negara tersebut maupun rincian kebutuhan pembiayaan dan tahapan kedatangan sapi.
Selain menyiapkan konsep penambahan ternak, Kementan mulai melakukan pembinaan terhadap peternak susu di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, agar mampu mengembangkan usaha dan memanfaatkan tambahan populasi sapi apabila rencana tersebut terealisasi.
Ia mengatakan, penyiapan peternak menjadi bagian penting agar pengembangan peternakan dapat berjalan seiring dengan penambahan jumlah sapi, termasuk dari sisi pengelolaan dan sarana usaha.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10), Saleh juga mendorong penguatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kelembagaan peternak sapi perah.
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Kabupaten Magelang memiliki potensi pengembangan sapi perah di delapan kecamatan, dengan Kecamatan Ngablak menjadi salah satu kawasan yang telah memiliki ekosistem peternakan.
Sementara itu, Kementan pada September 2026 telah menetapkan target penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029 guna memperkuat produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor produk susu.(net)















