PRABUMULIH, KRSUMSEL.COM — Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) terus menggencarkan upaya peningkatan kualitas keluarga.
Kali ini, berkolaborasi dengan Rumah Sakit Pertamina Prabumulih, digelar peninjauan sekaligus pelayanan Keluarga Berencana (KB) metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP), Kamis,(29/10/26).
Kegiatan yang merupakan rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Prabumulih ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Prabumulih, Franky Nasril, didampingi oleh Kepala Dinas DPPKBPPPA Eti Agustina, SKM., M.Si., serta jajaran manajemen Rumah Sakit Pertamina Prabumulih.
Wawako Franky Nasril mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara (Pertamina), dan fasilitas kesehatan dalam memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat secara cuma-cuma.
“Kegiatan ini masih dalam rangkaian HUT Kota. Kita dengan Dinas KB, dengan Pertamina, berkolaborasi pada hari ini melaksanakan pelayanan secara gratis,” ujar Franky.
Baca juga: Lapor 110 Direspon Cepat, 4 Motor Balap Liar di Simpang C4 Plakat Tinggi Diamankan
Sediakan Empat Layanan KB Unggulan
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat mengakses empat jenis layanan kontrasepsi utama yang mengakomodasi kebutuhan pasangan usia subur, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Keempat layanan tersebut meliputi:
Pemasangan implan
Pemasangan Intrauterine Device (IUD)
Medis Operatif Wanita (MOW) atau tubektomi
Medis Operatif Pria (MOP) atau vasektomi
Wakil Direktur RS Pertamina Prabumulih, dr. Suciarsih, menjelaskan bahwa keempat metode ini diberikan dengan standar operasional prosedur (SOP) medis yang ketat guna menjamin keamanan pasien. Pihak rumah sakit mewajibkan serangkaian tahapan awal sebelum tindakan dilakukan.
“Pastinya kita melakukan dulu kegiatan skrining, jadi melakukan pemeriksaan fisik, anamnesis untuk pasien-pasien kita, kemudian melakukan pemeriksaan lab untuk pasien yang akan dilakukan tindakan MOP dan MOW, dan juga ada EKG (rekam jantung),” jelas dr. Suciarsih.
Terkait alur pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengakses metode kontrasepsi jangka panjang seperti MOW dan MOP, pihak rumah sakit bersama Dinas KB mengandalkan sistem jemput bola yang terkoordinasi hingga lini akar rumput.
“Kita bekerja sama dengan Dinas KB, nanti dari jejaring Dinas KB kadernya yang akan mencari pasien untuk dilakukan tindakan di rumah sakit,” terangnya.
Khusus untuk metode MOP atau vasektomi, dr. Suciarsih menegaskan bahwa layanan ini ditujukan khusus bagi kaum laki-laki sebagai bentuk partisipasi aktif suami dalam ber-KB. Tindakan medis ini dilakukan secara profesional melalui prosedur bedah minor oleh dokter spesialis yang berpengalaman.
Sementara itu, Kepala Dinas DPPKBPPPA Eti Agustina, SKM., M.Si., menambahkan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan terpadu ini adalah untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pengaturan jarak kelahiran dan pembatasan jumlah anak.
Melalui fasilitas dan sinergi terpadu ini, Pemerintah Kota Prabumulih berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga kualitas sumber daya manusia di Kota Nanas ini dapat terus didongkrak demi menyongsong masa depan yang lebih baik.(Roy)














