Krsumsel.com, Indralaya – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) terus mendorong eksistensi radio amatir di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital, termasuk dengan menarik minat generasi muda.
Hal itu disampaikan Ketua ORARI Sumatera Selatan, Komarudin, saat memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ORARI Sumsel di Indralaya, Minggu (6/9/2026).
Komarudin mengatakan, radio amatir masih memiliki peran penting, terutama dalam mendukung komunikasi saat terjadi bencana.
Berbeda dengan komunikasi berbasis internet dan telepon seluler, radio dapat tetap digunakan ketika jaringan komunikasi terganggu.
Baca juga: Satgas Karhutla Natuna Siagakan Ambulans di Lokasi Kebakaran
“ORARI senantiasa membina komunikasi darurat seperti saat terjadi bencana alam. Radio tidak tergantung internet dan handphone,” kata Komarudin.
Menurutnya, keberadaan radio amatir juga dapat menjadi sarana komunikasi interaktif untuk membahas berbagai persoalan di masyarakat, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komarudin menilai perkembangan teknologi digital tidak serta-merta menghilangkan peran radio. Menurutnya, media komunikasi konvensional dan modern dapat saling melengkapi dalam menyampaikan informasi yang valid dan edukatif.
Sementara itu, Pengurus ORARI Ogan Ilir, Abdul Salam, mengatakan pihaknya terus mendorong generasi muda untuk mengenal dan memanfaatkan radio amatir.
“Semoga anak muda lebih mengenal radio amatir melalui ORARI sehingga keberadaannya dapat terus berkembang seperti alat komunikasi modern,” harapnya.(rul)















