Krsumsel.com, Lampung Selatan – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut menyusul gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung mengalami erupsi menerus sejak pukul 23.07 WIB dengan kondisi lava fountain atau atau lava air mancur. Demikian kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Suwarno, Sabtu (5/9).
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), periode Jumat (4/9) pukul 18.00-24.00 WIB, erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga laporan tersebut dibuat.
“Durasi letusan masih menerus sampai laporan ini dibuat,”kata Suwarno. Ia mengatakan, erupsi menerus telah berlangsung sekitar 1 jam 30 menit sejak pukul 23.07 WIB dan kondisi tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur.
Baca juga: BNPB Minta Warga di Karo Ngungsi karena Gunung Sinabung Siaga
“Asap kawah berwarna kelabu hingga hitam teramati dengan intensitas sedang hingga tebal, mencapai ketinggian sekitar 100-400 meter di atas puncak kawah. Pos Pengamatan Gunung api Anak Krakatau mencatat enam kali gempa letusan dengan amplitudo 19-70 milimeter dan durasi 29-3.153 detik,”katanya.
Selain itu kata dia, tercatat delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 12-27 milimeter dan durasi 20-43 detik, 39 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 7-31 milimeter dan durasi 6-19 detik, serta 35 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 7-43 milimeter dan durasi 7-20 detik.
Tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo 1-60 milimeter dan dominan pada 25 milimeter. Menurutnya, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kategori yang dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.(net)
















