Krsumsel.com, Bangka Barat – Puskesmas Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu para pendamping yang memiliki anggota keluarga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) agar dalam mengendalikan stres sehingga bisa merawat dengan penuh kasih sayang.
Pengelola Program Jiwa Puskesmas Mentok Rama Ariwijaya di Mentok, Rabu (26/8) mengatakan, selama ini para “caregiver” informal tidak memiliki pelatihan yang memadai, padahal beban psikologis yang ditanggung cukup besar.
“Kita memberikan pelatihan dan pendampingan agar para “caregiver” informal (anggota keluarga yang memberikan perawatan, bantuan dan dukungan tanpa bayaran dan latar belakang medis resmi), yang sehari-hari mendampingi anggota keluarga yang ODGJ ini mampu menjalankan perawatan dengan baik dan secara pribadi tidak mengalami stres,”katanya.
Baca juga: Rumah Kosong Pasca Gempa NTT Dibobol Maling
Para pendamping ODGJ diberikan pengetahuan mengenai penanganan ODGJ dan mendapatkan dukungan emosional.
Mereka diajak memahami merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, pengetahuan, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
Menurut dia, para pendamping informal biasanya berasal dari anggota keluarga inti, seperti orang tua, pasangan atau anak, yang menyediakan dukungan fisik, emosional dan finansial utama tanpa imbalan finansial.
Mereka ini sebagian besar kaum perempuan (berdasarkan penelitian tercatat 60 hingga 70 persen caregiver ODGJ dari ibu atau saudara perempuan usia produktif (35-65 tahun). Sedangkan ODGJ kebanyakan laki-laki. Oleh karena itu para pendamping ODGJ harus mempunyai kemampuan mengelola stres secara adaptif menentukan dampak beban terhadap dirinya.
Untuk membantu para pendamping ODGJ, Kelurahan Tanjung dan Menjelang bersama Puskesmas Mentok menggelar Kelas JIWA Jalinan Indah Welas Asih) kepada 10 pendamping ODGJ di dua kelurahan tersebut.(net)
















