Krsumsel.com, Bangka Barat – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pelaksanaan adat cukur rambut yang dilaksanakan warga Desa Semulut dalam merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW.
“Ini merupakan kebiasaan warga yang berlangsung di desa itu dan baru tahun ini kita laksanakan fasilitasi dan pendampingan agar Adat Cukur Rambut Desa Semulut ini bisa terus dilestarikan,”kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Selasa (25/8).
Menurut dia, cukur rambut bagi anak-anak yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad dimaksudkan agar mendapatkan berkah melimpah.
Baca juga: Harga Sapi di Gorontalo Utara Masih Tinggi karena Stabilnya Permintaan Pasar
Tradisi cukur rambut ini diperkirakan mulai berlangsung sejak 2006, sedangkan hingga saat ini kegiatan tersebut selalu dirayakan setiap tahun secara bersama-sama di Masjid Baitul Iman Desa Semulut.
”Tahun ini jumlah peserta sebanyak 20 bayi laki-laki dan perempuan, kegiatan ini diperuntukkan sebagai cara warga Desa Semulut untuk menjalankan sunah Nabi dalam menyematkan nama kepada anak,”katanya.
Ia menjelaskan, secara tradisi biasanya dilakukan ketika bayi memasuki usia tujuh hari setelah kelahiran, hanya saja di Desa Semulut kegiatan Adat Cukur Rambut dilakukan secara bersama pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad.
Kegiatan massal ini juga merupakan cara warga menyampaikan rasa syukur atas rejeki yang didapat sekaligus sebagai ungkapan tanggung jawab seorang ayah dalam mencari nafkah terhadap keluarga dan peran seorang ibu yang memanfaatkan hasil nafkah sang suami untuk hidup sehari-hari.(net)
















