Ratu Dewa Jadikan Festival Palembang Darussalam 2026 ‘Magnet’ Budaya Bagi Anak Muda

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Festival Palembang Darussalam (FPD) XXII resmi digebrak! Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir langsung untuk membuka gelaran budaya tahunan yang dimotori oleh Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) ini, Rabu (24/6).

Tak hanya menjadi panggung unjuk gigi seni budaya, FPD 2026 juga disulap menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kehadiran bazar UMKM lokal.

Ratu Dewa pun tak segan melayangkan pujian dan apresiasi tinggi kepada KKP yang terus konsisten merawat tradisi ini. Menurutnya, di era gempuran teknologi informasi saat ini, menjaga budaya lokal adalah harga mati.

“Pelestarian budaya menjadi sebuah keniscayaan agar identitas, karakter, serta kearifan lokal kita tidak tergerus oleh zaman,” ungkap Ratu Dewa.

Melalui FPD 2026, ia berharap nilai-nilai luhur Palembang tidak berhenti di generasi saat ini, melainkan sukses diwariskan dengan bangga kepada anak-cucu di masa depan.

Menurutnya, sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memiliki sejarah panjang peradaban mulai dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam. Warisan sejarah tersebut telah melahirkan kekayaan budaya yang beragam, mulai dari bahasa, adat istiadat, seni pertunjukan, kuliner, busana tradisional, hingga nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Baca juga: Dua Penjambret di Tanjung Duren Jakbar Diamuk Sekelompok Warga 

Dikatakannya, Festival Palembang Darussalam memiliki arti yang sangat strategis karena menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai budaya daerahnya sendiri.

Ratu Dewa juga mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan yang ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari bazar UMKM, pameran lukisan anak, lomba mewarnai, pertunjukan seni syarofal anam, pencak silat, cerios bebaso Palembang, stand up comedy hingga berbagai penampilan seni budaya lainnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas, penguatan sektor pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Keberadaan UMKM dalam festival ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kita berharap produk-produk lokal Palembang semakin dikenal luas, memiliki daya saing, dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ketua Umum KKP, Ir Kgs Abdul Rozak MSc, mengatakan Festival Palembang Darussalam yang telah memasuki penyelenggaraan ke-22 ini lahir dari cita-cita untuk menghadirkan ruang bagi masyarakat dalam menampilkan berbagai warisan budaya Kota Palembang.

“Tujuan utamanya adalah agar generasi muda mengenal dan melestarikan budaya yang menjadi peninggalan dan identitas Kota Palembang,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Festival, Raden Muhammad Yusuf Indra Kesuma, menjelaskan bahwa Festival Palembang Darussalam merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Palembang.

Menurutnya, sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memiliki kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Festival tahun ini melibatkan binaan KKP dari 18 kecamatan se-Kota Palembang serta menghadirkan bazar yang menampilkan beragam kuliner khas dan kerajinan tradisional Palembang.

Selain itu, lomba melukis anak juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri dengan melibatkan 100 peserta. “Penilaian dilakukan oleh tim juri untuk menentukan para pemenang terbaik, melalui Festival Palembang Darussalam XXII Tahun 2026, semangat menjaga warisan budaya diharapkan semakin kuat, sehingga identitas Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.” Tutupnya. (edi)