Kota Sungai Penuh Jambi Kebut Normalisasi Batang Merao Kurangi Risiko Banjir

oleh

Sungai Penuh, KRsumsel.com –  Pemerintah Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi mempercepat normalisasi sungai Batang Merao melalui bantuan dana dari pemerintah pusat (APBN) untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung program pertanian di wilayah tersebut.

“Pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan mendukung sektor pertanian,”kata Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar dalam keterangan tertulis di Jambi, Sabtu (9/5).

Alfin menjelaskan, program normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang tetap dilaksanakan meskipun sempat terdampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Namun, dengan dorongan yang kuat, program normalisasi tahun ini dapat dilanjutkan di wilayah Sungai Penuh mulai dari jembatan simpang tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang dengan panjang sekitar 1,68 kilometer.

Baca juga: Motif Pembunuhan Ibu Kandung di Muara Enim Terungkap

Ia berharap, program tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan normalisasi sungai Batang Merao dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.

Mengingat proyek normalisasi menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, seperti jalur pengerjaan harus melewati tujuh jembatan, melewati sejumlah tembok penahan banjir dan kandang ternak serta kebun masyarakat yang diperkirakan terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Menurut wali kota, program normalisasi tahap pertama yang sudah dilakukan telah berdampak bagi luas garapan sawah di Kota Sungai Penuh.

Berdasarkan data, normalisasi telah berdampak terhadap peningkatan luas lahan mencapai 2.941,01 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan Hamparan Rawang di kota itu.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap berbagai pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana banjir di masa mendatang,”ucapnya.(net)