Pangkalpinang, Krsumsel.com – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membekali jamaah calon haji (JCH) berisiko tinggi dengan daftar obat-obatan pribadi terkait dengan penyakit yang dialami mereka.
“Calhaj (calon haji) berisiko tinggi ini harus ada pendampingan khusus dari petugas haji, agar mereka dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik di Tanah Suci Makkah,”kata Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah di Pangkalpinang, Minggu (3/5).
Ia mengatakan, para petugas pendamping haji harus melakukan dua kategori pendampingan kepada calon haji berisiko tinggi, yaitu pendampingan dengan obat-obatan terkait dengan penyakit yang diderita calhaj, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang akan mengganggu mereka dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
Petugas haji juga melakukan pendampingan dengan alat, misalnya pendampingan dengan tongkat, kursi roda bagi calon haji berkebutuhan khusus dan lanjut usia.
Baca juga: BKSDA Bengkulu-Lampung Sita 1.532 Burung Hendak Diselundupkan
“Kita berharap calon jamaah haji yang kondisi kesehatannya lebih sehat untuk ikut membantu calon haji berkebutuhan khusus dan lansia, sehingga calon haji berisiko tinggi ini bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan menjadi haji mabrur,”katanya, Minggu (3/5).
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kepulauan Bangka Belitung Dewi Rosaria Indah mengatakan, 408 calon haji berasal dari daerah itu masuk kategori risiko tinggi.
“Kita sudah siapkan pelayanan khusus bagi calon haji berisiko tinggi ini seperti menyediakan kursi roda, ruang istirahat dan ruang transit khusus bagi calhaj berisiko tinggi ini,”katanya.
Ia mengimbau calhaj khususnya berisiko tinggi untuk selalu menjaga kesehatan dan selalu mempersiapkan obat-obatan untuk menangani penyakitnya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BKK yang telah membekali daftar obat bagi calon haji berisiko tinggi ini, karena sangat memudahkan petugas haji dalam menangani jika terjadi gangguan kesehatan saat menjalankan rangkaian ibadah haji,”katanya.(net)















