Wilayah Sulawesi Tenggara Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga 24 April

oleh

Kendari, KRsumsel.com –  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau kepada seluruh masyarakat terkait dengan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 24 April 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie saat dihubungi di Kendari, Sabtu (18/4) mengatakan, berdasarkan data peringatan dini nomor e.B/ΜΕ.02.04/114/KKNI/IV/2026, kondisi atmosfer menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang.

“Fenomena ini dipicu oleh suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif, serta adanya konvergensi atau penumpukan massa udara di wilayah tersebut,”kata Faizal Habibie.

Dia menyebutkan selain itu, terdapat juga massa udara basah pada lapisan rendah dan indeks labilitas yang kuat dalam skala lokal turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di Sulawesi Tenggara.

Secara rinci, potensi hujan sedang hingga lebat ini diprakirakan akan mulai terkonsentrasi di wilayah Kolaka Utara pada 19 April 2026. Selanjutnya, pada 20 April 2026, cakupan wilayah yang berpotensi terdampak meluas hingga ke Kolaka Utara, Buton Utara, Buton, Buton Tengah, Baubau dan Buton Selatan.

“Memasuki 21 April 2026, cuaca ekstrem diprediksi terjadi di wilayah Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur,”ujarnya.

Baca juga;Rudapaksa Anak 7 Tahun, IR Ditangkap Sat Reskrim Polres Muba 

Kemudian, tren potensi cuaca buruk tersebut berlanjut pada 22 April 2026 di wilayah Kolaka, Bombana, dan Konawe Utara, sedangkan pada 23 April 2026 potensi hujan lebat diprakirakan masih bertahan di wilayah Kolaka.

Faizal Habibie mengungkapkan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak sekunder dari kondisi cuaca ini, seperti berkurangnya jarak pandang, jalanan licin, hingga potensi banjir dan tanah longsor bagi wilayah-wilayah yang rentan.

“BMKG terus melakukan pembaruan informasi cuaca secara berkala agar masyarakat dapat mengantisipasi segala kemungkinan gangguan aktivitas akibat faktor alam ini,”jelasnya.

Dia menambahkan, warga diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG guna mendapatkan perkembangan terkini mengenai kondisi cuaca di wilayah masing-masing.(net)