Menurutnya, Sistem Monev Restorasi Ekosistem bisa mengelola sistem kegagalan dan keberhasilan dari sistem ekosistem. Jika restorasi ekosistem mengalami kegagalan, judgment akan bisa dilakukan dengan cepat. Dengan objek yang dilakukan yakni, vegetasi hidrologi dan sosial ekonomi.
Dia mengungkapkan, APP Sinar Mas berkomitmen melakukan konservasi dan restorasi ekosistem hutan, tidak mengestraksi dan melakukan konservasi area-area produksi, yang masih memiliki tutupan hutan bagus/hutan alam. Serta tidak akan lagi menjadikan area produksi, tapi jadi kawasan lindung.
APP Sinar Mas juga berkomitmen mempertahankan 90 persen kawasan lindungnya, dengan variabel dan indikator yang digunakan perbaikan kapasitas karbon.
“Serta menargetkan restorasi di area HCV-HCS yang terdegradasi, retirement area, area gambut dan area penyangga konsesi seluas seluas 25.000 ha / per tahun,” ucapnya.
Sementara itu, Yuwono Aries, Koordinator PUKL Muba menuturkan, kinerja Muba dalam mengawali multistakeholder forum. PUKL Muba sendiri bertugas berkomunikasi dan berkolaborasi dengan para stakeholder, untuk mewujudkan suistanable development dan suistanable commodities secara terukur, untuk mengawal lanskap berkelanjutan.
“PUKL Muba juga menyiapkan Mengelola Area Sumber Komoditas Terverifikasi (Maskot) Muba, agar komoditas layak jual, suistanable, dan mainstream tidak invasi ke hutan. Agar bisa saling berkolaborasi untuk lanskap berkelanjutan,” katanya.(Yuyun)













