“Potensi lahan yang terdampak itu yang semula rencana melakukan penanaman harus ditunda karena lahan banjir. Kemudian ada juga lahan yang sudah tertanam dan terendam. Jika tanaman padi terendam lebih dari satu minggu maka benih akan rusak,” jelas dia.
Sementara itu Kabid Pangan Dinas TPH Kalbar Saiful Bahri menambahkan apabila benih padi petani yang sudah ditanam dan rusak, maka Pemprov Kalbar mengupayakan akan ada pergantian. Sebab saat ini masih tersedia stok dari UPT perbenihan sekitar 4 – 5 ton.
“Apabila dampaknya meluas dan butuh benih banyak maka kami akan mendata dan mengajukan ke pusat untuk memohon bantuan benih agar luas tanam dan target produksi bisa kita capai,” jelas dia.
Ia memastikan bahwa dalam produksi padi secara umum di Kalbar, meski ada beberapa kali banjir dan terdampak pada sejumlah daerah, namun tetap surplus.
“Secara total kita masih surplus. Hal itu karena sentra padi di Kalbar seperti di Sambas, Landak, Mempawah, Kubu Raya dan lainnya masih aman dan luas tanam terus didorong,” kata dia.(Anjas)













