Sesuai dengan anggaran yang ditetapkan Pemprov Kepri yaitu sebesar Rp2 miliar, lanjut dia, Bank Riau Kepri dapat menyalurkan pinjaman hingga total Rp20 miliar.
“Kalau rata-rata setiap peminjam Rp20 juta. Tentu di lapangan ada yang kebutuhan Rp5 juta hingga Rp10 juta,” tutur Anthoni.
Dikatakannya nasabah yang diberikan pinjaman akan dibina agar dapat memenuhi kewajiban membayar pinjaman pokok. Saat ini sudah ada pelaku usaha yang mengajukan pinjaman, namun Bank Riau Kepri belum melakukan proses verifikasi.
“Baru proses penerimaan permohonan pinjaman, karena secara juknis ada perubahan sedikit dari kredit yang biasa kita berikan. Calon debitur tidak membayar bunga, tapi bunganya dibayar pemerintah daerah,” demikian Anthoni.(Anjas)













