Jambi, krsumsel.com – Gubernur Jambi Al Haris membantu biaya pemulangan tiga warga asal daerah tersebut yang sempat terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi Ahmad Bestari di Jambi menegaskan, proses pemulangan para korban ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Hal ini karena status keberangkatan mereka ke luar negeri yang bersifat non-prosedural atau ilegal.
“Secara kelembagaan mereka ini kerja ilegal, jadi tidak bisa difasilitasi oleh anggaran pemerintah. Namun, atas dasar kemanusiaan dan kekhawatiran keselamatan warganya, pak gubernur menanggung ongkos kepulangan,”ungkapnya.
Baca juga: Kepala Dinas ESDM Jatim Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Pungli
Bestari menambahkan, biaya murni bantuan pribadi dari Gubernur Jambi Al Haris, mengingat status keberangkatan tiga warga itu ke Kamboja yang bersifat tidak sesuai prosedur.
“Proses pemulangan tidak berjalan mulus. Satu dari tiga warga Jambi yang dipulangkan menghilang saat tiba di Jakarta,”ungkapnya. Terkonfirmasi, hanya Si dan An yang pulang sampai ke wilayah Jambi, sedangkan Sy dinyatakan hilang kontak.
Ia menerangkan, ketiganya sempat menjalani proses pemeriksaan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta. Namun Sy diketahui menghilang tanpa konfirmasi di tengah proses tersebut.
Menyikapi kasus itu, Bestari meminta seluruh masyarakat Jambi lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar tetapi melalui jalur tidak resmi.
Guna menghindari kasus serupa di masa mendatang, maka masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atas tawaran yang menggiurkan tersebut.
“Bila ada tawaran yang menggiurkan, segera hubungi ke Disnakertrans terdekat, untuk memastikan dan memverifikasi kebenarannya, agar jangan sampai kita tertipu,”katanya.(net)
















