Terminal “Multipurpose” di Pelabuhan Pangkalbalam Mulai Dioperasikan 

oleh
Oplus_16908288

Pangkalpinang, KRsumsel.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Pangkalbalam Kepulauan Bangka Belitung mengoperasikan terminal “multipurpose” guna meningkatkan aktivitas bongkar muat hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di daerah itu.

“Pengoperasian terminal multipurpose ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,”kata General Manajer PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam A Yoga Suryadarma di Pangkalpinang, Minggu (19/4).

Ia mengatakan, terminal multipurpose di Pelabuhan Pangkalbalam yang dioperasikan itu meliputi delapan dermaga yaitu Dermaga Beton, Dermaga Sheet Pile 1, Dermaga Sheet Pile 2, Dermaga Beton, Dermaga Perahu Layar, Dermaga Ketapang I, Trestle Dermaga Beton dan Dermaga Perahu Layar.

“Delapan dermaga di pelabuhan ini melayani berbagai macam komoditi seperti pupuk, semen, bahan bangunan, karet, bungkil, cangkang, dan petikemas,”ujar dia.

Baca juga: Polisi Bubarkan Dua kelompok Pemuda di Jakarta Timur Hendak Tawuran 

Ia mengatakan, melalui dukungan fasilitas, inovasi dan pengembangan layanan, Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam melalui PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam terus memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis dalam mendukung rantai pasok industri perkebunan khususnya sawit dan turunannya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari PT Pelindo, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam didukung fasilitas lengkap dengan panjang dermaga mencapai 649 meter serta berbagai peralatan bongkar muat dan area penumpukan yang memadai.

“Selama ini, sebagian besar lalu lintas komoditas pertanian dan perkebunan di Pulau Bangka ini masuk melalui Pelabuhan Pangkalbalam, sehingga pelabuhan sudah menjadi pintu gerbang perekonomian masyarakat di daerah ini,”katanya.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam Alamsyah menyampaikan, PTP Nonpetikemas Pangkalbalam terus melakukan berbagai inovasi operasional dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman dan berkelanjutan.

“Kami terus melakukan penguatan layanan, khususnya pada penanganan CPO dan turunannya, melalui inovasi operasional yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga aspek keselamatan dan lingkungan,”ujar dia.(net)