Pontianak Mengingatkan Semua Pihak Untuk Mengingatkan Anak Sekolah Agar Tidak Berkerumun

oleh
Screenshot_2021-09-04-10-30-03-69_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Pontianak, KRsumsel.com – Walikota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan para guru dan orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anak agar tidak berkumpul setelah pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah terbatas.

“Guru dan orang tua serta masyarakat harus saling peduli dan selalu mengingatkan anak sekolah untuk menyelesaikan dan selama PTM juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terpapar COVID-19,” kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Sabtu.

Dijelaskannya, jika hanya mengharapkan razia atau sejenisnya dari Pemkot Pontianak melalui Satpol-PP, akan sulit, karena jumlahnya terbatas sedangkan wilayah Pontianak cukup besar, dan akan cepat kalah.

“Selain terbatasnya jumlah petugas Satpol-PP, mereka juga harus melakukan perjalanan setiap hari untuk mengatur atau mengontrol Peraturan Walikota Pontianak, seperti menjaga ketertiban umum dan lain-lain,” katanya.

Jadi, menurut dia, dalam hal ini semua pihak harus terlibat dalam pencegahan keramaian dan selalu menerapkan prokes, seperti tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, tidak berkerumun dalam memutus penyebaran COVID- 19.

Sebelumnya, sejumlah warga Pontianak meminta pemerintah kota melalui dinas terkait mengawasi siswa agar tidak berkumpul usai mengikuti rapat terbatas di sekolah tersebut.

“Dulu ada orang berkumpul di pinggir jalan. Tidak pakai masker, duduk berdampingan, sehingga berisiko tertular,” kata Rade, warga Kota Baru, Pontianak Kota.

Ia melihat sedikitnya belasan mahasiswi di Jalan Alianyang Pontianak, tak jauh dari perempatan Jalan Alianyang – Pancasila – Podomoro.

Menurutnya, harus ada yang memantau kepatuhan siswa usai mengikuti pertemuan tatap muka di sekolah.

“Apakah mereka langsung pulang, atau malah nongkrong dan berkumpul tanpa mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” kata Rade yang juga pencegat COVID-19.

Pemerintah kota melalui Satpol-PP dapat memantau kegiatan tersebut bekerja sama dengan pihak sekolah atau Satgas Covid-19 terkait.

Ia khawatir jika tidak dipantau, dipantau, dan dievaluasi, akan menjadi masalah di kemudian hari.

“Sekarang kasusnya turun, kami khawatir jika masyarakat lalai dan lalai, apalagi kegiatan PTM sudah dilakukan, suatu saat kasus akan bangkit kembali. Ini harus dicegah dan diantisipasi bersama,” ujarnya.(Anjas)