30 Ribu Mahasiswa ULM Gerakkan Ekonomi Sektor Informal Sebelum Pandemi

oleh
Screenshot_2021-09-01-07-43-40-26_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Banjarmasin, KRsumsel.com – Sebanyak 30 ribu lebih mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kalimantan Selatan selama ini memberikan andil besar dalam menggerakkan roda ekonomi sektor informal sebelum pandemi melanda.

“Kehidupan mahasiswa di kampus telah memutar roda ekonomi masyarakat, tapi semua itu sekarang terhenti akibat perkuliahan daring dampak COVID-19,” kata Rektor ULM Prof Sutarto Hadi di Banjarmasin, Selasa.

Dia mencontohkan warung-warung makan di seputaran kampus serta unit usaha lainnya seperti warung internet dan alat tulis kantor hingga layanan penunjang perkuliahan lainnya bisa berjalan karena ada mahasiswa.

Begitu juga tempat kos dan sektor transportasi, paling banyak dibutuhkan mahasiswa selama ini baik di Kota Banjarmasin maupun Kota Banjarbaru yang jadi lokasi perguruan tinggi negeri terbesar di pulau Kalimantan itu.

Untuk itulah, Sutarto sangat berharap kampus dapat dibuka agar roda ekonomi masyarakat dapat bergerak kembali, di samping proses pembelajaran yang dinilai lebih efektif sistem tatap muka dibandingkan daring.

Dia optimis civitas akademica di ULM dapat hidup dengan tatanan kehidupan baru melalui standar penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19.

Menurur Sutarto, jangan sampai bangsa ini terjebak pandemi berkelanjutan karena dampak buruknya terhadap kehidupan begitu besar terutama ekonomi masyarakat. Begitu juga mahasiswa kehilangan kesempatan belajar.

“Kalau kondisi ini terus berlangsung, lama kelamaan menimbulkan keresahan di masyarakat dan semakin banyak orang terpuruk ke jurang kemiskinan di sektor ekonomi yang mandek ini,” tandasnya.(Anjas)