Krsumsel.com, Banda Aceh – Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Banda Aceh menyebutkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menyebabkan keracunan pelajar SMP di ibu kota provinsi Aceh tersebut dihentikan untuk sementara waktu.
Ketua Satgas MBG Kota Banda Aceh Jalaluddin di Banda Aceh, Jumat (30/10) mengatakan, penghentian sementara meliputi produksi, pengolahan dan pendistribusian paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Menghentikan sementara SPPG yang dilaporkan menyebabkan dugaan keracunan pangan pascakonsumsi paket MBG di SMP Negeri 4 Banda Aceh,”kata Jalaluddin.
Sebelumnya, ada laporan dugaan keracunan pangan terhadap 10 pelajar dan lima guru SMP Negeri 4 Banda Aceh pada Kamis (29/10). Para korban dilaporkan dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.
Baca juga: KPK Sita Dokumen Usai Geledah Enam Perusahaan Terafiliasi PT Djarum
Jalaluddin mengatakan, penghentian sementara operasional SPPG tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan penerima manfaat serta mendukung proses investigasi menyeluruh.
“Penghentian operasional SPPG tersebut untuk sementara waktu sampai adanya hasil investigasi dan evaluasi menyatakan operasional dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku,”katanya.
Jalaluddin menyebutkan, pihaknya sudah menyurati Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Banda Aceh untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan investasi epidemiologi dan pemeriksaan keamanan pangan.
Satgas MBG kata dia, juga sudah mengamankan sisa makanan, bahan baki, sampel pangan, serta dokumen dan pencatatan rantai pasok yang berkaitan dengan produksi dan distribusi paket MBG pada 29 Oktober 2026 guna mendukung proses investigasi dan pengujian laboratorium.
Satgas MBG juga meminta Koordinator BGN RI Wilayah Kota Banda Aceh memastikan seluruh fasilitas dapur, peralatan pengolahan, wadah distribusi, dan kendaraan operasional diperiksa serta disanitasi sesuai standar higiene dan sanitasi pangan.
Sebelumnya, Koordinator BGN RI Wilayah Kota Banda Aceh Muhammad Fahry mengatakan pihaknya menginvestigasi dugaan keracunan sejumlah pelajar dan guru SMP Negeri 4 Banda Aceh usai mengonsumsi MBG.(net)













