Pemkab Aceh Utara Minta Pemerintah Pusat Normalisasi Sungai Pasca Bencana

oleh

Krsumsel.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meminta pemerintah pusat melakukan percepatan normalisasi Sungai Sawang dan pembangunan infrastruktur permanen untuk mengurangi risiko banjir susulan serta memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.

“Kalau sungai sudah dinormalisasi, persoalan berikutnya adalah pembangunan jembatan permanen dan akses jalan yang sampai sekarang masih dibutuhkan masyarakat,”kata Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi di Sawang Aceh Utara, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, material batu yang menumpuk di Sungai Sawang dimanfaatkan untuk pembangunan penguatan tebing atau beronjong di kawasan tersebut.

Pemanfaatan material itu dilakukan berdasarkan kesepakatan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), tokoh masyarakat, dan warga untuk mendukung perlindungan kampung dari ancaman gerusan sungai.

Menurut dia, pembangunan penguatan tebing sepanjang sekitar 300 meter hampir selesai. Pemanfaatan material lokal tersebut juga menjadi salah satu upaya penanganan darurat setelah bencana menghanyutkan sekitar 20 rumah warga di kawasan itu.

Baca juga: Pelabuhan Selat Lampa, Riau Kantongi Kode Pelabuhan Ekspor dan Impor

Tarmizi mengatakan, lebar sungai yang sebelumnya sekitar 80 meter kini bertambah menjadi lebih dari 130 meter setelah bencana. Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan instansi teknis terkait.

Ia mengingatkan, wilayah Sawang rentan terdampak kiriman air dari kawasan dataran tinggi Aceh Tengah dan Bener Meriah ketika hujan turun. Menurut dia, air dapat mencapai Sawang dalam waktu sekitar dua jam, sehingga normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak menjelang musim penghujan.

Selain normalisasi, pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan kawasan Sawang dengan Bireuen juga menjadi kebutuhan utama.

Tarmizi menyebutkan, anggaran pembangunan jembatan permanen tersebut telah disiapkan pemerintah pusat dan diharapkan segera dilanjutkan ke tahap pelaksanaan.

Sementara menunggu pembangunan jembatan permanen, masyarakat masih membutuhkan jembatan darurat untuk menunjang mobilitas antardesa dan akses menuju pusat Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.(net)