Krsumsel.com, Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di kawasan Perairan Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Rian Saraswati saat dihubungi di Kendari, Rabu (9/9) mengatakan, peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Rabu.9 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu 12 September 2026 pukul 08.00 WITA.
“Pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 2 hingga 20 knot. Namun, kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot berpotensi terjadi di Teluk Bone Barat Kolaka Utara, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Perairan Baubau,”kata Rian Saraswati.
Baca juga:Peredaran 150 Liter Miras Tradisional di Gowa Diungkap Polisi
Dia menyebutkan, potensi gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan kecil dan operator kapal tongkang.
Rian Saraswati mengungkapkan, BMKG mencatat perahu nelayan berisiko tinggi menghadapi bahaya jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
“Sementara untuk kapal tongkang, risiko keselamatan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,”ujarnya.
Oleh karena itu lanjut Rian Saraswati, BMKG meminta para nelayan, masyarakat pesisir, serta operator transportasi laut yang beraktivitas di Perairan Teluk Bone dan Baubau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memperbarui informasi kondisi maritim sebelum melaut demi mengantisipasi kecelakaan.(net)


















