Dua Santri NTB Lolos Beasiswa Kuliah di Tunisia

oleh

Krsumsel.com, Dompu – Dua santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Azhar Kabupaten Lombok Timur dan Ponpes Yasmin Dorebara Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tunisia.

Keduanya yakni Nurhidayani dari Ponpes Nurul Azhar dan Ahmad Alfarizi dari Ponpes Yasmin Dorebara. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari peluang santri NTB untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional.

Momentum tersebut turut mempererat hubungan kedua pesantren melalui kegiatan Rihlah Hasanah Ponpes Nurul Azhar Lombok Timur ke Ponpes Yasmin Dorebara Dompu, Sabtu (5/9).

Pimpinan Ponpes Nurul Azhar Lombok Timur KH Hendriawan Lc MPd mengatakan, Rihlah Hasanah tidak hanya bertujuan memperkuat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi pesantren untuk saling menggali ilmu, informasi, dan inspirasi dalam pengembangan pendidikan.

“Kunjungan antarpesantren menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai sistem pendidikan, kurikulum, dan manajemen kepesantrenan,”katanya.

Baca juga:Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Tangani Karhutla di Sungai Rambutan 

Menurut dia, kegiatan tersebut juga memberi ruang kepada santri dan ustaz untuk membangun kebersamaan serta memperluas pengalaman belajar di luar lingkungan pesantren.

Rihlah juga menjadi bagian dari pembinaan karakter santri melalui pengalaman berada di lingkungan baru, termasuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga adab.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan semangat belajar santri setelah menjalani rutinitas hafalan dan kajian yang padat di pesantren masing-masing.

Pertemuan kedua pesantren menjadi semakin relevan, karena Nurhidayani dan Ahmad Alfarizi sama-sama berhasil melewati seleksi beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Tunisia.

Pimpinan Ponpes Yasmin Dorebara H Burhanudin SAg mengatakan, keberhasilan santri melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi bagian penting dalam pengembangan wawasan dan kapasitas generasi pesantren.(net)