Krsumsel.com, Bandung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.Kabupaten Lampung Selatan tidak berpotensi memicu tsunami.
Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
“Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami,”kata Rita di Bandung, Sabtu (5/9).
Baca juga: FJCS Bantu Warga yang Kesulitan Urus Pencabutan Data Penerima PIP
Ia menjelaskan, Gunung Anak Krakatau saat ini masih mengalami proses pembentukan kubah lava baru setelah sebelumnya terjadi runtuhan tubuh gunung tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan kata dia, perkembangan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih dalam skala yang belum dapat memicu tsunami.
“Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir. Insyaallah perkembangan ini tidak memicu terjadinya tsunami,”ujarnya. Meski demikian, Rita menegaskan PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.
PVMBG tetap meminta masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.(net)


















