Krsumsel.com, Temanggung – Pemerintah Kabupaten Magelang Jawa Tengah selain mengembangkan kopi arabika dan robusta secara umum kini mulai mendorong pengembangan kopi organik sebagai salah satu komoditas unggulan baru.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari di Magelang, Sabtu (29/8) mengatakan, program tersebut sejalan dengan pengembangan komoditas pertanian organik lainnya yang selama ini telah dilakukan, termasuk padi organik.
“Yang terbaru kita punya program kopi organik. Ini menjadi salah satu unggulan kita. Ini sejalan dengan pengembangan komoditas organik padi,”katanya.
Ia menyampaikan, salah satu kawasan yang kini dikembangkan untuk kopi robusta organik berada di Kecamatan Grabag, dengan luas lahan sekitar 306 hektare.
Baca juga: BMKG Prakirakan Musim kemarau di Belitung Berpotensi Hingga November
Menurut dia, pengembangan kopi organik membutuhkan hamparan lahan yang memenuhi persyaratan dan harus melalui proses sertifikasi. Karena itu, ketersediaan lahan dalam satu hamparan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kopi organik.
“Kalau organik perlu sampai sertifikasi lahan. Hamparannya kemudian menjadi satu, tidak terpisah-pisah. Yang seperti ini ada di Grabag,”katanya.
Pengembangan kopi robusta organik di Grabag diharapkan semakin memperkuat posisi kopi sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Magelang sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Saat ini katanya, luas lahan kopi arabika di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 1.075 hektare, dengan produktivitas rata-rata 506,52 kilogram per hektare. Sedangkan kopi robusta memiliki areal tanam yang lebih luas sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.(net)


















