KRSumsel.com, Bekasi – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.
Lewat keunggulan Program 100.000 Sultan Muda, Sumsel resmi dianugerahi Financial Literacy Award (FLA) 2026 Kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, kepada Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, yang didampingi Duta Literasi Sumsel sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sumsel, Ratu Tenny Leriva. Momen bersejarah ini berlangsung dalam puncak acara Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung 2026 di SRMA 13 Kota Bekasi, Jawa Barat.
Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemprov Sumsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Industri Jasa Keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini sukses membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan terpadu yang berorientasi pada pengembangan kewirausahaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Strategi Berbasis Kewirausahaan
Keberhasilan ini tak lepas dari pemaparan komprehensif Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, saat tahap wawancara dan penjurian nasional pada 28 Juli 2026. Dalam sesi tersebut, ia menegaskan filosofi utama program: “Literasi Keuangan Melahirkan Wirausaha, Wirausaha Menggerakkan Pembangunan Daerah.”
Program 100.000 Sultan Muda berhasil unggul atas berbagai indikator ketat FLA 2026, mulai dari jangkauan wilayah, keberlanjutan, inovasi, hingga dampak ekonomi. Secara substantif, keunggulan program ini bertumpu pada lima pilar utama:
Pemerataan & Keberlanjutan: Jangkauan program yang meluas dan konsisten.
Kolaborasi Multipihak: Sinergi kuat antar-instansi dan sektor keuangan.
Inovasi & Infrastruktur: Terobosan moda edukasi dan fasilitas pendukung.
Integrasi Inklusi Keuangan: Pembelajaran yang berujung pada akses produk keuangan nyata.
Dampak Ekonomi & UMKM: Penguatan kapasitas usaha lokal secara terukur.
Dampak Nyata dan Angka Capaian
Tidak sekadar teori, Program 100.000 Sultan Muda merancang ekosistem pembinaan hulu-ke-hilir: mulai dari edukasi keuangan, pendampingan, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, business matching, inkubasi usaha, hingga fasilitasi akses pasar ekspor.
Baca juga: Bupati Aceh Utara Hapus Denda Pajak 100 Persen Bagi Korban Bencana
Hingga Juli 2026, program ini mencatatkan pergerakan impresif:
10.951 Anggota telah terhimpun secara aktif.
182 Kegiatan Edukasi terlaksana di berbagai wilayah.
>56.600 Peserta terjangkau di seluruh Sumatera Selatan.
Melalui pendekatan berkesinambungan ini, literasi dan inklusi keuangan di Sumsel berhasil mentransformasi para pelaku usaha lokal agar semakin bankable, adaptif, produktif, dan siap bersaing di pasar global.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Penghargaan ini tentu bukan menjadi titik akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan program yang semakin berdampak, dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.” ujar Cik Ujang.
Duta Literasi Sumatera Selatan dan Anggota DPD RI Dapil Sumatera Selatan Ratu Tenny Leriva menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu diarahkan pada perubahan perilaku serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat dan produktif.
“Melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, semangat literasi diwujudkan secara nyata dengan mendorong generasi muda menjadi lebih berdaya, mandiri, dan produktif. Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus memperluas manfaat literasi keuangan bagi kesejahteraan masyarakat. Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan.” ujar Ratu Tenny.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menambahkan bahwa OJK sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) terus memperkuat perannya sebagai ecosystem enabler melalui kolaborasi bersama Pemerintah Daerah, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan peningkatan literasi diikuti dengan perluasan inklusi dan pemanfaatan layanan keuangan secara produktif.
“Berbagai upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi Program 100.000 Sultan Muda terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Selatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan wirausaha baru, perluasan lapangan kerja, peningkatan akses pembiayaan produktif, penguatan daya saing UMKM, serta perluasan pasar produk unggulan daerah menuju Sumatera Selatan Maju Terus Untuk Semua.” pungkasnya. (edi)















