Krsumsel.com, Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten tengah menyelidiki peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom ikan di Kampung Cisarua Desa Citeureup Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten yang mengakibatkan seorang nelayan tewas.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea melalui keterangannya di Serang, Kamis (27/8) mengatakan, insiden yang terjadi pada Rabu (26/8) sekitar pukul 13.30 WIB tersebut menyebabkan seorang nelayan berinisial MA (48) meninggal dunia dan istrinya IY (43) mengalami luka berat.
Baca juga: Brimob Polda Sumut Pecat 10 Personel
“Saat ini Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten,”kata Maruli.
Ia menjelaskan, langkah sterilisasi dan olah TKP tersebut dilakukan oleh petugas kepolisian guna mengumpulkan barang bukti terkait ledakan. Berdasarkan data sementara dari kepolisian, ledakan berpusat di rumah milik korban MA.
Selain menelan korban jiwa, guncangan akibat ledakan juga mengakibatkan dua rumah warga di sekitar lokasi itu mengalami kerusakan. Pihak Polda Banten turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, korban IY yang mengalami luka berat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Panimbang, Pandeglang. Terkait insiden ini, Maruli secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para nelayan agar berhenti meracik atau menggunakan bahan peledak dengan alasan apa pun, termasuk menangkap ikan.(net)


















