Krsumsel.com, Labuan Bajo – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi mengunjungi dan menyemangati tiga anak korban kekerasan seksual yang tinggal di Rumah Singgah St Theresia Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Ada yang mau jadi perawat, ada yang mau jadi pengusaha kuliner dan mau jadi penyanyi. Kami menyemangati agar mereka tidak putus asa bahwa masa depan mereka masih panjang,”kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Labuan Bajo NTT, Senin (24/8).
Arifah mengapresiasi layanan yang diberikan oleh pihak Rumah Singgah St Theresia kepada para korban.
“Kami melihat layanan yang diberikan sudah baik. Tapi, memang perlu penguatan, khususnya dari segi psikolog, karena untuk korban kekerasan seksual ini traumanya berkepanjangan. Perlu pendampingan khusus supaya mereka sedikit demi sedikit bisa bangkit kembali,”kata dia.
Baca juga: Aspirasi Warga Prabumulih Memuncak: Dari Masalah Sampah Hingga Krisis Air Bersih Diserap DPRD
Ke depannya, pihaknya akan menjembatani shelter tersebut dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk pendampingan psikologi para korban.
Sementara, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengapresiasi para biarawati yang telah membuat korban anak merasa aman dan nyaman berada di shelter tersebut.
Pihaknya menekankan pentingnya keterlibatan dari HIMPSI, khususnya psikolog klinis untuk memulihkan trauma korban.
“Kami akan segera menghubungi HIMPSI untuk membantu, khususnya psikolog klinis untuk melakukan treatment psikologis supaya traumanya bisa hilang secepatnya,”katanya.
Seto menambahkan, LPAI akan berkoordinasi dengan Polda NTT, karena ada salah satu kasus yang mangkrak di Polres Manggarai Barat dengan alasan kurang alat bukti.(net)


















