PRABUMULIH, KRSUMSEL.COM — Persoalan kebutuhan dasar masyarakat kembali mencuat ke permukaan dalam agenda reses masa persidangan III tahun 2026 anggota DPRD Kota Prabumulih.
Berbagai keluhan vital, mulai dari penanganan sampah yang tak kunjung usai, ancaman krisis air bersih saat kemarau, hingga kerumitan pelayanan administrasi kependudukan, dilayangkan langsung oleh warga kepada para wakil rakyat,Senin (24/06/26).
Kegiatan yang diselenggarakan di seluruh daerah pemilihan (dapil) ini menjadi wadah krusial bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengusulkan program pembangunan yang mendesak.
Reses ini turut dihadiri jajaran lurah, camat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seluruh poin penting yang dihimpun nantinya diolah menjadi bahan pembahasan formal DPRD untuk mengawal pembangunan bersama Pemerintah Kota Prabumulih.
Baca juga:Polres Agam Tindak 30 Sepeda Motor Berknalpot Tidak Standar
Fokus Utama Dapil I: Air Bersih dan Sampah
Di Dapil I Prabumulih Timur, pelaksanaan reses dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria, S.H., M.Si.
Turut hadir mendampingi barisan anggota legislatif lainnya, yaitu:
Aryono
Welizar
H.M. Rasyid, S.Ag., M.M.
Evy Susanty
Nicko Adha Pradana
Iswanto
Hartono Hamid
H. Hendriansyah
Davina Marsyah Tahira
Hj. Herawaty
Ben Heri
Diskusi berlangsung hangat ketika warga menyampaikan kegelisahan mereka terkait layanan dasar harian. Sistem pengelolaan sampah lingkungan menjadi salah satu sorotan utama. Selain itu, warga mendesak pemerintah merealisasikan pembangunan sumur bor guna mengantisipasi kelangkaan pasokan air bersih saat musim kemarau melanda.
Respon Pemerintah Daerah
Menanggapi desakan pembangunan infrastruktur air bersih tersebut, pihak dinas teknis memberikan jawaban pasti. Gunawan Nopindra perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengungkapkan bahwa program pembangunan sumur bor sebenarnya telah terakomodasi dan masuk dalam skema APBD Induk Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan kekeringan yang kerap mengintai pemukiman warga di wilayah tersebut.(Roy)
















