Krsumsel.com, Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu mengusulkan penambahan dua unit sirine peringatan dini tsunami ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun ini.
Hal tersebut dilakukan guna memperkuat sistem mitigasi bencana, terutama di kawasan pesisir yang memiliki potensi terdampak bencana tsunami, khususnya di Kota Bengkulu.
“Untuk usulannya sudah disampaikan. Sekarang kami masih menunggu kabar dari BNPB, mudah-mudahan usulan ini bisa direalisasikan,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Ardana di Bengkulu, Kamis (20/8).
Untuk lokasi pemasangan sirine tersebut direncanakan dipasang di Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung dan Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu yang berada di pesisir pantai.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat Kucurkan Rp35,8 Miliar untuk Gaji 1.036 PPPK
Ia menyebut, dengan adanya keberadaan sirine peringatan dini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat khususnya di Kota Bengkulu.
Sebab, dengan sistem peringatan yang memadai, informasi mengenai potensi tsunami diharapkan dapat diterima masyarakat lebih cepat sehingga mereka memiliki waktu untuk melakukan evakuasi.
Sementara itu, Pemkot Bengkulu juga terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, salah satunya yaitu meningkatkan kapasitas perangkat tingkat kelurahan di wilayah tersebut.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menerangkan, kondisi Kota Bengkulu memiliki sejumlah wilayah rawan bencana, sehingga seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat memiliki kesiapsiagaan setiap saat.
“Kita memang dalam kondisi rawan bencana, maka setiap waktu kita harus siap siaga. Kita tidak berharap bencana, kita berharap Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari bencana. Namun ketika bencana itu datang, kita siap melakukan evakuasi, minimal mengurangi korban akibat bencana tersebut,”sebutnya.(net)













